Sehentak aku berhenti karena suhu di sepanjang jalan membuat diriku
begitu gemetar dan sangtn mengigil. Aku berniat untuk mengambil rokok
dan korek di saku jaketku, sambil kunyalan aku lihat suasana di samping
begitu sepi dan tak satupun orang berlalu lalang disini. Hingga aku
terkaget ketika ada pria aga gemuk dengan jaket yang tebal melewat dari
arah belakangku. Dia melihatku dengan tatapan kosong sambil terseyum
kecil, akupun segera menyapanya, Sedikit ku lihat mukanya di dalam
keadaan remang-remang lampu jalan, membuatku aga terpesona olehnya. Muka
kash seorang pria hampir berumur 50 tahun itu membalas sapaan dari
ku.Diapun berhenti sejenak, karena tanganku sedang memegang sebungkus
rokok yang tadi ku ambil dari saku jaket, akupun segera menawarkanya,
mungkin sedikit berbasa basi aku bisa lebih mengenal dia. Jujur di
hatiku dan diriku yang masih berada di atas motor itu sempat merasa
birahi saat melihat tubuhnya secara keseluruhan. Badan pria yang aku
sukai ini seakan memberi ketertarikan tersendiri kepadaku. Ku standarkan
motor dan ku ajak berbincang pria itu sambil duduk tak jaruh ku menaruh
motor.
Pria itupun mengikuti semua ajakan ku, beliau bernama Wahyu
dan berasal dari Medan, dia petugas keliling di daerah sekitar sini,
karena rumahnya yang kosong di tinggal anak dan istrinya yang sedang
pulang kampung, dia pun berniat untuk memeriksa rumahnya yang aga masuk
kedalam dari tempat kita duduk sekarang. Karena keadaan itu akupun
berpikir sejenak bagaimana aku bisa ikut dengan beliau dan setidaknya
bisa dekat dengan dia, apalagi sekarang aku tau kalau dia tinggal
sendiri di rumahnya. Kutanyakan apakah di sekitar sini ada yang bisa
memijat, diapun segera menjawab dengan menawarkan dirinya bahawa dia
sendri yang biasa memijat orang sekitar daerah sini, ternyata kesempatan
berada di pihakku malam ini, dia mengatakan karena biasa dia memijat
kaum pria saja, bukan karena apa tetapi hukum adat yang dia takutkan
jika menerima pasien wanita. Diapun menawarkan jika ingin di pijat
olehnya, bisa datang ke rumahnya, lebih bagus lagi jika dia sedang
berada di rumah, bisa waktu itu juga di pijat pasienya.
Akupun segera meminta dia untuk dapat memijatku malam ini
juga, walau sedikit dia menolak karena sedang bekerja, akupun berusaha
untuk dia menerima pasienya ini, tak lama setelah itu diapun aku bonceng
ke atas motor dan kitapun segera kerumahnya melewati rumah demi rumah
warga yang sudah mapir semuanya tertidur pulas.Aku sangat gembira, ideku
yang muncul mendadak tadi bisa aku jalani dengan mulus, bahkan film
sore yang aku lihat itu seakan memberi inspirasi kepadaku untuk dapat
melakukan adegan yang sama dan sekarang akulah pemain bersama pria yang
aku bonceng ini.
Rumah kecil yang aga jauh dari warga sekitar itu ternyata
rumah bapa Wahyu. diapun segera membuka kunci dan mempersilahkan ku
masuk, selain yang menjaga ada tiga orang dan bapa Wahyu berniat untuk
memeriksa rumahnya yang sepi itu, seakan membuat ideku dan niatku
bertambah mulus. Setelah aku mematikan rokok dan masuk serta duduk di
kursi dekat pintu masuk, pa Wahyu pun segera ke kamar dan berniat untuk
mengambil perlengkapan pijatnya. Bersih dan tertata walau kecil rumah
ini membuat aku sedikit nyaman, akhinya dia memanggilku dan menyuruhku
untuk memasukan motorku serta mengunci pintu rumahnya. Akupun berjalan
setelah melakukan semua perintah dari pa Wahyu menuju asal suara itu
berada, ku melihat dia menyediakan kasur kecil di ruangan satunya untuk
diriku di pijat disitu, aku melihat bapa wahyu sudah mengganti pakainya
dengan sarung dan baju kaos yang tipis. Dengan minyak yang di pegang dan
piring kecil itu, diapun segera duduk dan mempersilahkan aku untuk
tiduran di atas kasur itu.
Puting yang terjiplak keluar dan lekukan perut serta tangan
yang berbulu itu membuat diriku begitu napsu, sedikit ku bersabar,
akupun segera membuka jaket bajuku, dengan nada santai aku meminta ijin
untuk melepaskan celana panjang ku ini, betapa kagetnya diriku saat
beliau meminta aku membuka semuak pakaianya yang aku kenakan dan
menyuruhnya menggunakan handuk hitam yang ada di samping bantal yang dia
sudah siapkan tadi. Dengan senang aku melakuakan itu semua, sambil
membelakangi, ku kenakan handuk dan menelungkupkan badanku di atas
kasur. Dengan santai dan penuh napsu ini akupun menikmati semua pijatan
dari tangan pa Wahyu, walau sedikit kasar dan panas, aku benar-benar
merasakan semua jemarinya bermain di kakiku sambil berbincang kemana
mana, diapun segera memijat paha dan pantatku, tanpa ada rasa malu dan
risi, akupun menarik handuk itu keatas, kedua paha dan bagian pantatku
kini semuadi pijat oleh kedua tangan pa Wahyu, diapun tidak protes dan
terus memijat sambil tetap berbincang dengan diriku, walau pijatnya
kurasakan lumayan untuk ukuran pa Wahyu, akupun sedikit demi sedikit
mengambil kesempatan yang ada, selain ku memegang tanganya sambil ku
arahkan kebagian sakit yang itu semua adalah pura-pura belaka, akupun
membuka sedikit demi sedikit bagian kedua pahaku, napsu yang terus
menaik ini seakan membuat aku sudah lupa daratan, akupun segaja untuk
memperlihatkan bagian pitalku yang sudah keras dan padat ini kepada pa
Wahyu. Benar kontol ku yang sudah dari tadi hidup ini karena birahi ku
kepada pa Wahyu seakan sudah minta untuk di manjakan.
Kuangkat sedikit pahaku dan kaki ku dan ku perlihatkan
kepala kontolnku kepada pa Wahyu, diapun hanya diam tanpa ada reaksi
apapun, apakah aku salah bertemu orang yang terlintas di pikiranku saat
itu, tapi aku tidak menyerah segera aku meminta pa Wahyu untuk memijat
bagian punggunggku, dengan segera dia melumaskan minyang di piring itu
ke semua bagian punggungku dan belakang perutku lalu tanganya yang
terampil itu memijat dari pundak lalu turun hingga sampai di bagian atas
pantatku, akupun segera memintanya untuk duduk di atas pantatku supaya
beliau bisa memijatnya sambil ku rasakan apa yang kuinginkan saat itu,
tanpa menolak serta menaikan sedikit sarung yang di kenakan itu, pa
Wahyupun segera duduk dan meminjat pundukku, aku rasakan bagian pantat
dan paha yang kuat itu berada di pantatku dan ternyata diluar dugaanku
sendiri. Di atas pinggangku aku rasakan ada daging yang kenyal dan
sekan-akan seperti bola, aku curiga itu adalah buah zakar milik pa
Wahyu, tapi mana bagian kepalanya ? Apakah punya dia kecil atu ...
Setelah lama aku rasakan setiap gesekan pantantanya yang di tambah oleh
dua buah zakar miliknya diapun segera menghentikan pijatan di
punggungku, dia memintaku untuk segera menelentangkan badanku dengan
keadaan kepalaku menuju atas rumahnya, tak lama dari dia berdiri akupun
segera melakun perintah itu, sedikit malu kurasakan ternyata handuk yang
kukenakan itu terlepas dari ikatanya. Batang kontolku yang tegang itu
langsung jadi sasaran matanya, segera aku menutup dengan tanganku sambil
menutup kembali handuk yang kukenakan, pa Wahyu pun hanya terseyum
dengan ulahku itu.
Pijatan pun berlanjut, tetapi dia langsung memijat kebagian
pahaku, sambil sesekali dia memijatnya aga masuk kedalam dan menyentuj
buah zakarku, aku hanya menikmati dan tidak mempermaslahkan itu, sambil
ku nikmati jari-jarinya, tak lama pa Wahyu mengambil minyaknya kembali,
saat itu keadaan jariku tepat menyentuh kontol pa Wahyu, ini bukan ide
tapi ini sudah kebiasaan bagiku, segera aku memainkan dan berura-pura
kesakitan untuk dapat menyentuh dan memaikan kontol pa Wahyu dengan jari
kakiku, ternyata benar dugaanku, saat tadi ku bertanya dimanakah letak
kepala kontol pa wahyu saat mendudukiku terjawab sudah, kontolnya
ternyata sudah mengeras dan membesar aku pun segera menikati keadaan itu
tanpa ku lewati sedikitpun.
Sedikit takut akan kejadian itu, aku segera melihat raut
muka pa wahyu, dia hanya fokus sambil terseyum meilihat ke arah mukaku,
setelah bagian itu menjadi incaran pijatanya kini dada dan lenganku yang
dia pijat.Jari jari yang besar itu kini memainkan dadaku yang tertutup
bulu bulu tipis, tak hanya sekali tetapi beberapa kali putingkupun
menjadi saran jarinya, betapah nikmatnya, seakan aku sedang di service
++ olehnya pada malam itu, segera dia memijat bagian lenganku yang
sedikit berotot ini, diapun memujiku karena aku memiliki badan yang
bagus dan tangan yang berotot, sedikit ku terseyum karena masih
menikamti pijatanya, diapun memegang ototku sampai dengan ketiakku yang
sama berbulu tipis, tak sadarkan atau bagaimana, tanganku diarahkan
kebagian sarung yang dikenakan tepat ke arah batang kontolnya, akupun
menyentuh dan merasakan kembali bahwa batang miliknya itu masih saja
dalam keadaan keras.
Tak mau kehilangan akan kesempatan itu, adengan pura-pura
pun kembali aku lakukan lagi untuk menyentuhnya, segera dengan perlahan
aku meraih sedikit demi sedikit batang milik pa Wahyu ini, setelah
hampir bisa kurain dan ku genggam benar nyatanya batangnya begitu besar
dan keras, kurasakan urat uranya dan kepala dari batang kontolnya sangat
lah membuat aku birahi dan ingin melihat serta menghisapnya, sehentak
saat aku menikmati kontol dengan tanganku, pa wahyu menghentikan gerakan
pijatanya di tangaku, diapun melihat tanganku yang masih berada
menyentuh batang miliknya, sempat aku merasa kaget dan takut serta malu
akupun segera menghentikan aksiku ini, tapi apa yang terjadi pa wahyu
malah membuka sarung yang di kenakan dan mengemperlihatkan batang
kontolnya kepadaku, diapun memberi ijin aku untuk memainkanya, apa ini
suatu kebenaran atau aku yang sedang munjur di waktu itu.
Tanpa basa basi akupun segera memainkan dan memegang erat
batang kontol milik pa wahyu, betapa besar dan keras serta bau khas pria
yang kurasakan membuat ku semakin beringan memainkanya dan mengocoknya.
Tangan beliau yang sedang asik dengan putingkupun segera meraih handuk
dan membukanya lalu melakukan hal yang sama kepada kontolku yang terus
menegang itu. Mungkin kami sedang birahi pada saat ini , hingga akhinya
aku segera memajukan kepalaku dan menghisap serta mencium semua batang
kontol dan buah zakar miliknya, betapa rakusnya aku saat itu, bulu bulu
kemaluan yang rimbun pun aku basahi dengan air liur yang keluar dari
lidaku sendiri, sementara tanganya yang terus mengocok kontolku dan
memainkan putingku, aku mendengar desahan yang keluar dari mulut pa
wahyu, mulut kupun terus mengisap kepala dan batangnya hingga aku tak
kuasa menutup mata karena rasa yang begitu nikamat, pa wahyupun segera
melahap dada dan menjilati semua badanku dengan begitu napsu.
Aku rasakan lidahnya yang liar itu mendarat dan menyapu
hapis semua bagian demi bagian, diapun mendekat ketelingaku sambil
memintaku untuk memasukkan kedalam lubang anusnya yang sudah siap untuk
aku terjang, sebelum dia mengambil minyak di sampinya, aku meminta
beliau untuk menghantam mulutku oleh kontolnya yang sudah merah itu,
diapun segera menggesekan kontolnya di dalam mulutku, urat dann batang
yang besar itu aku nikmati setiap hantaman demi hantaman di mulutku
sampai aku ingin muntah, sambil ku kocok kontolku dan ku raih dada dan
susunya, aku rasakan begitu nikmat sekali, sambil terus berdesah tidak
sengaja cairan napsu yang keluar dari kontol pa wahyu pun aku telan
habis tak tersisa.
Segera dia berdiri dan duduk di atas kontolku, setelah
sebelumnya mengoleskan minyak di konotolku oleh kedua tanganya, diapun
memasukanya kedalam lubang duburnya yang sedikit sempit itu, sambil
jongkong dan menahan tanganya ke dadakum diapun segera meminta aku untuk
mulai menggesekan kontolku di dalamnya, hampir semua batangku ku
masukan kedalam lubang pantat pa wahyu, aku rasakan urat - urat
pantatnya sangat menghisap kontolku, akhinya gesekan demi gesekan terus
aku tingkatkan untuk menyodomi dubur pa wahyu, rasa yang bercampur saat
itu membuat aku teringat akan adengan di film itu kembali, walau
sekarang pemeran dan adenganya berubah, akupun segera melakukan dengan
posisi pa wahyu menelungkup, ku masukan kembali semua kontolku sambil
memeluk dan memaikan tanganku di kedua susunya yang besar itu, membuat
desahan pa wahyu semakin kersa dan dalam, kontolku yang haus akan lubang
ini terus mendapat hisapan dari urat urat pantat pa wahyu.
Sambil kujilati punggung dan pundak pa wahyu aku pun mencium
bibir dan membasahi kumis serta janggutnya, pria separuh daya ini
sedang aku sodomi di rumahnya, badanya yang sexy, kontolnya yang besar
dan pantatnya yang kuat ini sekarang milikku sepenuhnya, sambil terus ku
gesekan kontol di lubang duburnya, aku tetap menikmati mukanya untukku
ku jilat dan kuciumi bibinya, lidahnya yang membalas semua yang
kulakukan dan desahan yang keluar semakin diriku mengencangkan gesekan
kontolku di duburnya sambil ku meremas terus dada dan putinya, tak lupa
lidahku yang sudah benar benar liar ini pun menyapu bulu bulu di kedua
ketiknya.
Terlihat pasrah sambil menikmati permainanku kepadanya, ku
telentangkan badanya pa wahyu, sambil ku ganjal dengan bantal di
pinggangnya, akupun segera menjilati putingnya sambil ku berusaha
memasukkan kembali kontolku di dalam duburnya, ku angkat dan ku tahan
kakinya, membuat dia semakin terus mendesah setelah kembali kumasukan
penuh kontol di dalamnya, tanpa basa basi sambil terus ku memanjakan
dadanya dengan lidahku ini, pantatnya ku hantam dan ku gesek terus
menerus oleh kontolku, kedua tanganya ku arahkan ke atas untuk ku basahi
kembali ketiak dan kucium aroma pria yang benar benar semakin lebih aku
merasakan nikmat dari tubuh pria ini. Hingga ku sudah hampir di ujung
klimak, akupun segera menarik kontolkku dan ku taruh di depan mukanya
sambil ku kocok cepat, hasrat dari napsu birahi ni pun keluar seiring
dengan muncrat deras pejuku yang membasahi mulunya , sambil terus ku
kocok karena nikmat yang tak tertandingi ini, lidah pa wahyu pun
menghisap dan terus menerus hingga ku tak kuat begitu nikmat serta linu
yang kurasakan, segera diriku menarik dari mulutnya dan kulihat semua
peju yang keluar dan membasahi mulutnya itu sudah habis di telanya,
bibirnya yang terus mendesah pun segera ku hisap dan ku tarik lidahnya,
rasa peju yang tersisa pun tercampur oleh air liurnya yang terus ku
hisap dan ku telan.
Badanku pun segera ku rebahkan, dan kuminta dia untuk
melakukan sperti awal yang kuminta, menggesekan kontolnya di mulutku,
sambil terus mendesah dan menghantam mulutku oleh kontolnya yang tegang
itu, tak lama dari ku memainkan dadanya, akhinya ku rasakan aliran air
peju yang keluar dari kontol pa wahyu, urat yang keluar dan besarnya
kontol membuatku tidak bisa menahan semua peju itu, akupun segera
menelan dan memakan habis sambil menikmati terus gesekan dari kontol pa
wahyu sendiri. Sedikit rasa mual dan ingin muntah tak bisa kuhindari,
tapi karena aku ingin membalas semua yang telah beliau berikan kepadaku,
akhirnya aku bisa menghabiskan dan memintanya untuk menarik keluar
kontolnya dari mulutku. Lidahnya yang terus menciumi dan memanjakan
mulutnya membuat aku benar-benar terpuaskan olehya pada malam itu,
setelah kita bersantai sambil memeluk di kasur itu, akupun segera pamit
sambil menuju ke motorku setelah kami dari kamar kecil, akupun
memberikan uang di tambah bonus yang ku janjikan waktu pertama ku
meminta untuk memijatnya.
Saat di rumah dan ku bersiap untuk tidur, masih teringat akan
semua yang aku lakukan dan aku rasakan , senang, puas dan merasa
terpenuhi akan birahiku, akupun menyimpan baik baik semua yang dikatanya
pa wahyu kepada ku terakhir sebelum aku melaju dengan motorku. Sungguh
aku berterima kasih walau sampai saat ini aku sempatkan untuk bertemu
tak kunjung datang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reno, cintaku
hai aku karel anak smp kls 3 kebetulan sekolahan aku dibawah naungan yayasan SMA jadi sekolahku satu atap dengan sma, aku tuh belum kenal d...
-
Namaku dani, aku dulu punya keluarga kecil yang bahagia menurutku sendiri, aku anak semata wayang ayah dan ibuku. Ibuku seorang ibu rumah ...
-
Rumah oom gwe yang jaraknya nggak jauh dari rumah gwe dijual dan oleh pembeli barunya dibangun baru untuk dibikin menjadi Ruko. Pembeli itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar