CINTA hadir tanpa batas yang memberikan dirinya aba-ava kapan akan
maju atau mudnur...tetapi datang begitu saja tanpa kamu sadari ketika
dirnya hadir di hatimu...
Dimas, seorang eksekutif muda berusia
28 tahun, tampan, berwibawa, gagah dengan postur yang memikat. tubuh
kekar dengan kulit sawo matang yang pekat dan seksi...senyuman manis,
gigi putih dan lesung pipit yang memberikan harapan akan cinta yang
tulus...
ya, dirinya telah menikah 2 tahun yang lalu...memiliki seorang bayi dan seorang istri yang cantik...keluarga yang bahagia menurut ukuran orang kebanyakan...
ya, dirinya telah menikah 2 tahun yang lalu...memiliki seorang bayi dan seorang istri yang cantik...keluarga yang bahagia menurut ukuran orang kebanyakan...
memiliki rumah dan kehidupan
yang memberikan segalanya membuat Dimas nampak puas dengan apa yang
telah di capainya saat ini, tetapi tinggal dalam sebuah komplek yang
masih baru dan asing membuat dirinya tak banyak mengenal orang di
sekitarnya, apalagi dirinya sangat sibuk dengan segala kegiatan
hariannya di kantor sebuah properti ternama...
Chris, mahasiswa
yang baru menginjak usianya yang ke 21, lahir dalam sebuah keluarga yang
terlalu sibuk dengan bisnis perdagangan mereka serta ketidak harmonisan
orang tuanya membuat dirinya sangat merindukan kasih sayang seseorang
yang bisa mengayominya. pribadinya menjadi sangat angkuh, sombong dan
arogan...hidupnya hanya dihabiskan untuk menghamburkan uang dan berpesta
menikmati segalanya...
apalagi fisik Chris yang memang sangat
menawan, tubuh proporsional, wajah oriental dan kulit yang putih
mulus...dengan senyuman khas anak kecil yang begitu polos...
setiap pagi Chris selalu melakukan joging pagi dengan mendengarkan ipod
yang sengaja disetelnya keras-keras...secara rumah Dimas dan Chris
berdampingan, mereka selalu bertemu ketika sama-sama hendak melakukan
olahraga pagi mereka...
Dimas adalah pria yang ramah, selalu memberi senyumannya kepada setiap orang, termasuk Chris,tetapi apa yang di dapatnya hanya wajah dingin Chris yang langsung berpaling hilang dari pandangannya...
Dimas adalah pria yang ramah, selalu memberi senyumannya kepada setiap orang, termasuk Chris,tetapi apa yang di dapatnya hanya wajah dingin Chris yang langsung berpaling hilang dari pandangannya...
tatapn wajah dingin tersebut tidak membuat Dimas kesal tetapi penasaran, siapa diri tetangganya itu?
masih muda, hidup sendiri dan selalu pulang malam setara dengan dirinya yang bekerja...
masih muda, hidup sendiri dan selalu pulang malam setara dengan dirinya yang bekerja...
selain itu, Dimas memperhatikan tubuh Chris yang begitu proporsional,
otot-otot muda yang masih dalam proses pembentukan, tubuh sekal, dan
BOKONG yang montok...Dimas terangsang melihat gerakan joging Chris yang
membuat pantatnya bergoyang naik dan turun...
Dimas, tertawa geli,padahal dirinya sudah menikah...sejenak Dimas tersadar mengusir pikiran tersebut...
Chris, hanya terdiam...memikirkan kejadian tadi...sekian lama dirinya berada di lingkungan tersebut...hanya 1 orang satpam yang dirinya kenal...bahkan tak pernah ada yang memberikan senyuman pada dirinya...tapi laki-laki ini berbeda...nice smile...Chris hanya berpikir bodoh untuk menginginkan laki-laki str8 macam dia dalam pikirannya dan mngembalikan kesadarannya pada kenyataan bahwa dia tak butuh seseorang...
Chris, hanya terdiam...memikirkan kejadian tadi...sekian lama dirinya berada di lingkungan tersebut...hanya 1 orang satpam yang dirinya kenal...bahkan tak pernah ada yang memberikan senyuman pada dirinya...tapi laki-laki ini berbeda...nice smile...Chris hanya berpikir bodoh untuk menginginkan laki-laki str8 macam dia dalam pikirannya dan mngembalikan kesadarannya pada kenyataan bahwa dia tak butuh seseorang...
Waktu berjalan cepat, setiap hari bertemu setiap
hari memandang dan setiap hari hanya memberikan senyuman...Chris yang
sadar dengan keadaan tersebut memberanikan diri membuka percakapan...
"hi..."
"Hi too...apa kabar?" dimas membalas dengan hangat...
"hampir setiap kali ketemu kamu tersenyum, aku nggak pernah nyapa...maaf dengan???"kalimat menggantung Chris yang ujungnya dilanjutkan oleh Dimas...
"Dimas...nama gw Dimas..."
"maaf, kita belum sempat kenalan..."
"belum sempat atau kamu yang berlalu terlalu cepat dari pandangan aku..."
kalimat godaan yang diiringin dengan senyuman nakal yang memberi pesona maskulin dalam tatapan mata Dimas...
Chris hanya memerah mukanya..."kita lari bareng?" ajak Dimas mengalihkan pembicaraan...
"hi..."
"Hi too...apa kabar?" dimas membalas dengan hangat...
"hampir setiap kali ketemu kamu tersenyum, aku nggak pernah nyapa...maaf dengan???"kalimat menggantung Chris yang ujungnya dilanjutkan oleh Dimas...
"Dimas...nama gw Dimas..."
"maaf, kita belum sempat kenalan..."
"belum sempat atau kamu yang berlalu terlalu cepat dari pandangan aku..."
kalimat godaan yang diiringin dengan senyuman nakal yang memberi pesona maskulin dalam tatapan mata Dimas...
Chris hanya memerah mukanya..."kita lari bareng?" ajak Dimas mengalihkan pembicaraan...
Dimas bercerita semua tentang keluarga dan perkawinannya...kehidupan
yang begitu sempurna...lahir dikeluarga sederhana yang berkecukupan,
mendapat beasiswa s1 dan s2 yang didambakan, serta seorang istri yang
adalah teman kuliah dan anak bayi yang manis dan cantik...
kebalikan dengan Chris yang nggak terlalu jelas dimana kedua orang
tuanya berada, mereka hanya mengirimkan uang-uang dan uang...
Dimas sangat tersentuh...mereka duduk setelah berlari cukup jauh...
Dimas, merangkulkan tangannya di pundak Chris...mendekapnya dekat dan membelai rambut dikepalanya...
Chris merasa sangat nyaman...
"jangan takut, kita semua memiliki masalah...tetapi semuanya akan baik-baik saja pada waktunya..."
kalimat dimas yang menguatkan Chris...
Dimas sangat tersentuh...mereka duduk setelah berlari cukup jauh...
Dimas, merangkulkan tangannya di pundak Chris...mendekapnya dekat dan membelai rambut dikepalanya...
Chris merasa sangat nyaman...
"jangan takut, kita semua memiliki masalah...tetapi semuanya akan baik-baik saja pada waktunya..."
kalimat dimas yang menguatkan Chris...
Mereka berpisah setelah ngobrol beberapa saat...kegiatan yang mengharuskan mereka berpisah...
waktu yang berjalan cepat membuat semuanya berakhir cepat pula...pukul 23.30, hampir tengah malam...Dimas baru pulang dan mengetuk rumah, ternyata dirinya lupa membawa kunci rumah...
Chris yang mendengar mobil dimas yang datang sedikit senang dengan hal tersebut...membuka pintu rumahnya dan menanyakan ada apa dengan diri Dimas...
waktu yang berjalan cepat membuat semuanya berakhir cepat pula...pukul 23.30, hampir tengah malam...Dimas baru pulang dan mengetuk rumah, ternyata dirinya lupa membawa kunci rumah...
Chris yang mendengar mobil dimas yang datang sedikit senang dengan hal tersebut...membuka pintu rumahnya dan menanyakan ada apa dengan diri Dimas...
"Hem...hi...malam..."suara ragu Chris memecah keheningan...
"Oh,hi malam Chris..."
"ada apa kak...boleh ku bantu?"
"aku kehilangan kunci rumah atau bahkan aku nggak bwa...tadi kekantor aku kesiangan jadi buru-buru..."
"wah, pasti karena aku yah ngobrol..."wajah polos Chris memberikan keibaan dalam hati Dimas...
"no...bukan salah kamu, aku kurang tanggung jawab..."sambil menepuk pundak dan mengelus sejenak pipi Chris...dirinya begitu terbua...
"Kak...apa malam ni ngipa di rumah aja...uda kemaleman juga, lagian dingin kan disini, bangunin orang rumah juga kasihan..."
"iya juga sih...tapi..."Dimas yang ragu langsung di hardik oleh Chris...
"sudah lah...kalo kakak nggak mau aku merasa bersalah nih..."Tatapin Chris yang merasa bersalah pada Dimas tak mampu di tokanya...
"Oh,hi malam Chris..."
"ada apa kak...boleh ku bantu?"
"aku kehilangan kunci rumah atau bahkan aku nggak bwa...tadi kekantor aku kesiangan jadi buru-buru..."
"wah, pasti karena aku yah ngobrol..."wajah polos Chris memberikan keibaan dalam hati Dimas...
"no...bukan salah kamu, aku kurang tanggung jawab..."sambil menepuk pundak dan mengelus sejenak pipi Chris...dirinya begitu terbua...
"Kak...apa malam ni ngipa di rumah aja...uda kemaleman juga, lagian dingin kan disini, bangunin orang rumah juga kasihan..."
"iya juga sih...tapi..."Dimas yang ragu langsung di hardik oleh Chris...
"sudah lah...kalo kakak nggak mau aku merasa bersalah nih..."Tatapin Chris yang merasa bersalah pada Dimas tak mampu di tokanya...
Dimas menginap malam itu di rumah tetangganya...ya Chris...
melihat isi rumah yang begitu lux walau tipe minimalis di luar...dimas emastikan Chris adalah orang yang berkecukupan bahkan lebih...
menyusuri rumah, melihat beberapa majalan dan terselip majalah GAY...nampak oleh Chris dan dengan sigap dimas menyembunyikannya...
melihat isi rumah yang begitu lux walau tipe minimalis di luar...dimas emastikan Chris adalah orang yang berkecukupan bahkan lebih...
menyusuri rumah, melihat beberapa majalan dan terselip majalah GAY...nampak oleh Chris dan dengan sigap dimas menyembunyikannya...
Dimas bergegas mandi, handuk dan baju hangat disiapkan seta celana pendek yang cukup untuk Dimaspun sudah disiapkan...
selesai mandi engan mengenakan handuk yang membalut bagian pingganggnya saja Dimas menghampiri Chris...
"Chris, bajuku dimana?"
Chris yang tersentak melihat tubuh Diman dengan dadabidang dan otot six pac di perutnya dengan bulu halus menelusur di setiap lekukannya...
selesai mandi engan mengenakan handuk yang membalut bagian pingganggnya saja Dimas menghampiri Chris...
"Chris, bajuku dimana?"
Chris yang tersentak melihat tubuh Diman dengan dadabidang dan otot six pac di perutnya dengan bulu halus menelusur di setiap lekukannya...
"maaf kak, aku cuci...aku uda siapin baju kaka di atas meja kamar tamu..."
Chris langsung bergegas kedapur dan sejadinya menahan tawa geli, girang atau hasrat yang dirasakannya...
Chris langsung bergegas kedapur dan sejadinya menahan tawa geli, girang atau hasrat yang dirasakannya...
Chris yang sedang menutup wajahnya karena malu...kaget dengan sebuha
sergapan memeluknya dari belakang secara cepat...mendekapnya erat dan
hangat...Chris hanya menganakan celana pendek ketat dan tengtop, ada
suara berbisik...
"maafkan aku...kamu begitu MENGGODA pikiran ku..."
Dimas...itu suara Dimas...
"maafkan aku...kamu begitu MENGGODA pikiran ku..."
Dimas...itu suara Dimas...
Berbalik dan menatap mata Dimas...GAIRAH, HASRAT SEXUAL dan LUAPAN keinginan bercinta nampak dalam api dimatanya...
"G mau lo menjadi pemuas gw...lo HOMO kan, lo suka sama KONTOL kan..."
Chris hanya diam agak tersentak kaget, takut tetapi begitu bahagia...
menyentuk tubuh maskulin Dimas, menempelkan tangan di dadanya dan melihat KEJANTANAN Dimas yang begitu indah dengan bulu-bulu lebat di sekelilingnya...
"G mau lo menjadi pemuas gw...lo HOMO kan, lo suka sama KONTOL kan..."
Chris hanya diam agak tersentak kaget, takut tetapi begitu bahagia...
menyentuk tubuh maskulin Dimas, menempelkan tangan di dadanya dan melihat KEJANTANAN Dimas yang begitu indah dengan bulu-bulu lebat di sekelilingnya...
sergapan cepat, tangan dimas di rambut Chris,
mengarahkan pertemuan BIBIR Dimas dengan Chris...menciumnya begitu
hangat dan dalam, ciuman cepat dengan sedotan yang kuat dari seorang
pria yang tampan dan perkasa...menunjukan arogansi dan otoritasnya
terhadap bibir Chris...
Dimas membuat Chris berjongkok,
mengahadapkannya pada BATANG KEJANTANANNYA yang Ngaceng...Chris tau yang
diminta dan diinginkan Dimas, segera menghisap KONTOL Dimas dengan
nafsu yang membeludak...
KONTOL dimas yang hampir mencapai 20 cm, memenuhi rongga mulut Chris...
KONTOL dimas yang hampir mencapai 20 cm, memenuhi rongga mulut Chris...
menariknya kembali naik...dengan tetap menjambaknya, membenamkan wajah
Chris di KETIAKNYA...Chris menjilati dengan segera, menelusuri ketiak
tersebut...aroma wood dan musk dari sabun yang begitu
maskulin...menelusuri dada bidangnya sampai pada pUTING SUSU Dimas yang
hitam dan besar...menjilatinya bagai seorang anak kecil yang menjilati
gula-gula...
Dimas kemudian menelanjangi tubuh Chris, membuka
pakaiannya...berganti menghisap PUTING SUSU Chris...menegakan tubuh
Chris hingga bergeliat kenikmatan dengan permainan lidah dan Bibir Dimas
di PUTING SUSU Chris...tubuh mulus dan putih bersih...
segera membuka paksa celana pendek ketat Chris dalam keadaan berdiri dan membalikannya sehingga Dimas dengan leluasa mencumbui bagian belakang Chris...
segera membuka paksa celana pendek ketat Chris dalam keadaan berdiri dan membalikannya sehingga Dimas dengan leluasa mencumbui bagian belakang Chris...
Dimas menyusuri setiap jengkal tubuh Chris dibagian
punggungnya hingga ke PANTAT...membuka bagian ANUS Chris...menjilatinya
dan sesekali memukul BOKONG Chris...
Menjilati LIANG DUBUR Chris...memberinya rangsangan hebat bagi Chris...
KONTOL Chris NGACENG...Dimas mengocoknya dari belakang...tetapi tak lama Dimas bangkit dan menggigit-gigit kecil telingan Chris...
"ini saatnya..."
"hem..."Chris hanya mendesah...
"saatnya g bukatikan kejantanan g...BATANG KONTOL gw akan membenam dalam tubuh lo, Lo mau kan?"
"aaaccchhh..."Chris yang birahi hanya mendesah...
Dimas menggesekan BATANG KONTOLnya di sekitar PANTAT Chris...
Mereka berdua larut dalam birahi mereka...
"Rasakan nih KEJATANAN BATANG KONTOL gw..."
Menjilati LIANG DUBUR Chris...memberinya rangsangan hebat bagi Chris...
KONTOL Chris NGACENG...Dimas mengocoknya dari belakang...tetapi tak lama Dimas bangkit dan menggigit-gigit kecil telingan Chris...
"ini saatnya..."
"hem..."Chris hanya mendesah...
"saatnya g bukatikan kejantanan g...BATANG KONTOL gw akan membenam dalam tubuh lo, Lo mau kan?"
"aaaccchhh..."Chris yang birahi hanya mendesah...
Dimas menggesekan BATANG KONTOLnya di sekitar PANTAT Chris...
Mereka berdua larut dalam birahi mereka...
"Rasakan nih KEJATANAN BATANG KONTOL gw..."
Dimas melumasi batang KONTOLnya hanya dengan ludah...memaksakan masuk pada LIANG ANUS Chris...
sedikit sakit...tetapi mudah karena Chris memang sudah sering melakukannya, tetapi bukan dengan PRIA SEJANTAN Dimas...
"sekarang gw ENTOT lo..."
"FUCK me harder beby..."achhh achhh achhh...
sedikit sakit...tetapi mudah karena Chris memang sudah sering melakukannya, tetapi bukan dengan PRIA SEJANTAN Dimas...
"sekarang gw ENTOT lo..."
"FUCK me harder beby..."achhh achhh achhh...
Dapur tersebut menjadi saksi bisu...
Dimas MENGENTOT Chris dengan berdiri...melakukan gerakan keluar masuk, MEMBENAMKAN BATANG KEJANTANANNYA di dalam DUBUR Chris...gerakan dengan ritme yang sesuai...
sesekali mereka berciuman...Dimas mengagumi bibir cantik Chris...
Dimas MENGENTOT Chris dengan berdiri...melakukan gerakan keluar masuk, MEMBENAMKAN BATANG KEJANTANANNYA di dalam DUBUR Chris...gerakan dengan ritme yang sesuai...
sesekali mereka berciuman...Dimas mengagumi bibir cantik Chris...
beberapa lama Dimas berganti gaya, membaringkan Chris di atas meja
dapur dan kembali MENGENTOT LOBANG DUBUR Chris yang memerah akibat
gesekan KONTOl Dimas...mencumbuinya hingga puas...
BATANG KONTOL Dimas membenam puas di sana...Dimas kemudian menggendong Chris sambil tetap ENTOTAN dilakukan...berciuman begitu lama...
BATANG KONTOL Dimas membenam puas di sana...Dimas kemudian menggendong Chris sambil tetap ENTOTAN dilakukan...berciuman begitu lama...
Chris tak kuasa menaham ORGASMENYA menyemburkan cairan putih kental, CAIRAN KEJANTANANNYA ke tubuh Dimas...
Dimas masih tetap menggenjot ENTOTANNYA...
hingga hampir 2 jam...Dimas memulai orgasmenya...mengocoknya Di dalam MULUT Chris...menumpahkan cairan PRJUH terseput tepat di tenggorokan Chris...
Dimas masih tetap menggenjot ENTOTANNYA...
hingga hampir 2 jam...Dimas memulai orgasmenya...mengocoknya Di dalam MULUT Chris...menumpahkan cairan PRJUH terseput tepat di tenggorokan Chris...
mereka kelelahan...saling berpelukan dan beralih kedalam kamar tidur tamu, Dimas memeluk Chris di dadanya...
mereka terus saling berciuman...tersenyum dan memberikan gerakan-gerakan jahil diantaranya layaknya pasangan baru...
"Dim..."chrs memanggil Dimas dengan nama..."apakah ini serius atau lo menjadikan g pelampiasan lo"
"Chris aku ngak mengerti dunia seperti ini dan kenapa gw melakukannya sama lo, tapi sejak pembicaraan kita atau bahkan pertemuan pertama kita...g sangat menaruh perhatian sama lo...apalagi g tau masalah lo, semakin rasa untuk melindungi lo semakin besar..."
mereka terus saling berciuman...tersenyum dan memberikan gerakan-gerakan jahil diantaranya layaknya pasangan baru...
"Dim..."chrs memanggil Dimas dengan nama..."apakah ini serius atau lo menjadikan g pelampiasan lo"
"Chris aku ngak mengerti dunia seperti ini dan kenapa gw melakukannya sama lo, tapi sejak pembicaraan kita atau bahkan pertemuan pertama kita...g sangat menaruh perhatian sama lo...apalagi g tau masalah lo, semakin rasa untuk melindungi lo semakin besar..."
"tapi lo uda punya istri Dim?"
"semua bisa di atur...kita kan tetangga..."Dimas tersenyum nakal...
tetapi Chris tetap takut merasa kehilangan...
kelelahan menghampiri mereka dan membuat keduanya lelap tertidur...
"semua bisa di atur...kita kan tetangga..."Dimas tersenyum nakal...
tetapi Chris tetap takut merasa kehilangan...
kelelahan menghampiri mereka dan membuat keduanya lelap tertidur...
Hari berganti, semuanya tetap berjlan baik hanya yang berubah...kini
tetangga tercinta semakin Akrab...Dimas dan Chris selalu jalan
bersamaan..joging, mengantar ke kampus dan makan malam rahasia diantara
keduanya...
Dimas menemukan perasaan baru terhadap laki-laki (Chris) cinta yang membuatnya begitu bernafsu...
Chris, mulai meyakinkan dirinya untuk merubah keadaan dari seorang hedonis menjadi pembangun lingkungan sosial...
Hubungan mereka tetap menjadi rahasia...rahasia TETANGGA di SEBERANG RUMAH...
Dimas menemukan perasaan baru terhadap laki-laki (Chris) cinta yang membuatnya begitu bernafsu...
Chris, mulai meyakinkan dirinya untuk merubah keadaan dari seorang hedonis menjadi pembangun lingkungan sosial...
Hubungan mereka tetap menjadi rahasia...rahasia TETANGGA di SEBERANG RUMAH...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar