Hai semua
namaku MADE orang bali, sekarang umurku sudah 31th, aku sekarang sudah
berkeluarga punya anak 2. Aku mau
menceritakan tentang pengalamanku sex
dengan cowok dan menjadi awal aku menjadi biseksual waktu itu aku masih duduk
di bangku SMP kelas 3, aku sebenarnya
gak ada jiwa gay waktu sekolah sebelum kejadian pertama kali ini karena sejak
SMP kelas 1 aku sudah punya pacar. Tapi, memang sejak kecil aku manja banget
sama orang tua karena aku anak paling terakhir jadi tingkahku ke kanak-kanakan
walaupun sudah remaja yang notabene keluargaku cukup berada dan aku anak indo
jepang ibuku jepang ayahku bali asli. Keluarga besar ayahku rumahnya tidak jauh
dari rumahku jadi berkumpul semua jadi satu komplek bisa di jadikan RT sendiri
kalau memungkinkan…hahahhahah karena ada 10 rumah bersebelahan itu semua
saudara dari ayahku para paman dan bibiku.
Awal mula
aku kejadian ML sama cowok itu dengan sepupuku namanya komang dodi, biasanya di
panggil dodi. Dodi ini lebih tua dari aku 2 tahun dia duduk di bangku kelas 2
SMA, pawakannya biasa aja tapi dodi ini cenderung rapi banget segala sesuatunya
pasti rapi mulai dari dandannannya dan kamarnya pun rapi beda dengan saudara
sepupu laki-laki lainnya yang cenderung kamarnya berantakan nunggu ibunya yang
beresin. Aku paling akrab dengan dodi, karena orangnya radak pendiam jarang
ngebully aku yang manja, beda dengan saudaraku yang lain selalu saja ngebully
aku, di kata’in manja, anak mama dan segala macam. Mangkanya aku sendiri lebih
suka bermain sama dodi kayak udah adik kakak kandung, setiap hari aku
kerumahnya yang notabene hanya berjarak 10 meter sampai-sampai aku lebih sering
berada di rumah dodi dari pada rumahku sendiri. Karena, di rumahku sendri aku
gak ada temen main karena kakakku cewek gak asik di ajak main maklum beda
kesukaan. Aku juga lebih sering tidur di kamar dodi, dan tiap pagi bibiku yang
ngebangunin di suruh pulang waktunya sekolah. Selama aku tidur dengan dodi gak
sesuatu yang terjadi jadi, yaaa…biasa aja. Tapi, suatu malam kita lagi belajar
bareng, pas itu turun hujan gede sekali campur angin menjadikan hawa udara
semakin dingin, sedari tadi aku mengerjakan PRku dapat separuh aku tinggalkan,
aku naik ke atas ranjang masuk ke bawah selimut. Kak,,,aku tidur dulu ya, dingin banget ngatuk pula,,ucapku ke
dodi, okay….tidur aja duluan,,jawabnya. Aku yang mencoba tidur
dengan mata sayup-sayup ku lihat dodi
masih sibuk dengan buku-bukunya yang hanya di terangi lampu minyak. Tidak berapa
lama aku yang dalam keadaan setengah teridur
merasakan ada yang naik ke ranjang dan memelukku dari belakang aku
merasakan hangat sekali dan perasaan nyaman kita berdua berbagi selimut. Keesokan
paginya aku dengar pintu di ketuk dari luar bibiku membangunkan kita tidur,,,,iya…bibi aku sudah bangun teriakku
dari dalam kamar. Ternyata kita semalaman tidur tetap berpelukan kulihat dodi
masih nyenyak tidur memelukku dari belakang entah ada perasaan nyaman ku
biarkan beberapa menit lagi aku dalam posisi begini. Keesokan malamnya lagi aku
pamit sama ibuku mau ke rumah dodi, ya
seperti biasa ibuku hanya menjawab iya. Setalah sampai di rumah bibiku langsung aku menuju kamar dodi, kulihat dia
lagi belajar hanya membaca buku
pelajarannya saja, haiiii…kak,,sapaku.
Langsung kita cerita segala macam mulai dari sekolah, apa yang di lakukan hari
ini kita saling cerita sambil tertawa, entah kenapa aku membahas kejadian
semalamnya, kak….semalam kita tidur
berpelukan semalaman ….ya??? Ucapku, iya…mungkin
jawabnya pendek, tapi, aku merasa nyaman
sekali kalau aku di peluk kakak,,,ucapku polos..!!! iyakan…kan kita saudara, jawabnya dodi. Lalu dodi ikut naik
keranjang yang sedari tadi duduk di meja belajar sambil memegang buku, sambil
kita tiduran berhadap-hadapan entah kenapa mata kita saling memandang agak lama
seperti menilik sesuatu, ya,,,udah sini
kita pelukan lagi dari belakang lagian malam ini dingin juga walaupun tidak
turun hujan …ucapnya dodi. Lalu aku di pelukanya dari belakang sama dodi,
memang nyaman sekali tapi, tangan dodi sambil mengelus-elus dada dan perutku. Kok
jantungku berdegup kencang entah aku juga tak memahaminya akibatnya kontolku
ngaceng, karena tangan dodi yang mengelu-elus perutku dari tadi tangannya
menyetuh kontolku yang lagi tengang. Tanpa berkata apa pun dodi meremas-remas
kontol terus meremas tangan sekarang masuk dalam celanaku, karena aku hanya
memakai celana kolor saja. Dodi tetap tak bersuara sedikitpun tangannya sambil
mengerayangi tubuhku tapi, nafasku memburu lalu tiba-tiba badanku di balik
terlentang sambil aku menatapnya dodi tetap tak berkomentar apa-apa, lalu dodi
mencoba mencium bibirku mulutku hanya bisa menutup rapat aku tak pernah
berciuman sebelumnya tapi, dodi tetap menciumi bibir lalu beralih menciumin
leherku di situ aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan bibir dodi
terus menggerilya di leher dan kupingku. Anehnya aku tak menolak cumbuan ini
padahal aku sudah kelas 3 SMP aku tau hal apa ini. Tapi, karena kenikmatan
percumbuan dengan kasih sayang aku hanya menerima pasrah. Malam itu aku tak
melakukan apa-apa hanya dodi yang mencumbuiku, dodi mulai melepaskan bajuku
satu persatu dan dia sendiri melepaskan bajunya kita berdua bertelanjang bulat.
Lalu dodi
menindihku kembali aku rasakan pertemuan antara dua kulit rasanya hangat
sekali, dodi memengang ke dua tanganku
di angkatnya ke atas kepalaku ketiak terexpos. Ternyata dodi tanpa ragu
menjilati ketiakku dan ini baru pertama kali aku rasakan aku tak bisa
mengatakan apa-apa hanya erangan dari mulutku yang keluar. Dodi, berlanjut
menghisap putingku lalu ke perutku itu membuat percumku keluar tanpa komando
lalu, tanpa ragu dodi menghisap kontolku
hanya dalam hitungan menit aku muncrat untuk pertama kalinya. Aku belum pernah
ejakulasi sebelumnya hanya mimpi basah
sekali itu pun hanya keluar percum, aku muncrat di dalam mulut dodi untuk
pertama kalinya. Tapi, dodi tidak menolak mungkin tertelan sebagian tapi
sebagian dia muntahkan di anusku sambil dia gosok-gosok anusku dengan jarinya,
tapi tiba-tiba sambil dia kembali menghisap kontolku dia memasukan jarinya ke
dalam anusku rasanya sakit tapi karena kontolku di emutnya entah kenapa rasa
sakit itu tidak terlalu berasa, begitu terus sampai beberpa menit lalu aku
rasakan dua jari masuk dalam anusku tapi, terus dodi menyepong kontolku yang
tadinya agak mati sekarang tegang lagi. Setelah anusku di masukin dua jari
entah kenapa aku merasa enak dari dalam serasa ada yang gatel terus di sentuh
di ujung-ujungnya. Berasa puas dodi lalu kakiku di angkatnya di jilatnya anusku
sampai becek dengan ludah tapi, tanpa komando dodi mulai memasukan kontolnya
dalam anusku aku sempat agak berteriak tapi, karena anusku sudah lemas dengan
jari dengan mudah kontol dodi masuk sambil dodi tetap mengocok kontolku,
setelah masuk semua diamkan sejenak sama dodi rasanya perutku penuh lalu dodi
mulai memaju mundurkan kontolnya selang beberapa menit aku merasakan enak rasa
ada yg gatal terus di garuk itu enak sekali itu yang selama di fuck aku
rasakan. Aku hanya mengerang kecil merasakan enak tapi, dodi terus mengenjot
anusku ku lihat dodi wajahnya merah seperti orang kepedesan. Selang berapa
menit…dodi tiba-tiba berteriak kecil panjang,,,,,aaacccchhhhhhhh……perutku
serasa berisi air banyak sekali, lalu
dodi ambruk menindihku sambil nafasnya memburu. Setelah pergumulan ini dodi,
dengan telaten mengelap tubuh dengan kaosnya sampai bersih. Lalu dia
berkata,,,,maafkan aku dek, kakak
sebenarnya gay, maka dari itu aku suka sama kamu dan menyayangi kamu, lalu
dia mencium bibirku entah kali ini aku membalas ciumannya dan kita
terlelep dalam tidur sambil telanjang
bulat berpelukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar