Daripada setiap hari sabtu dan minggu molor di kos-kosan karena gak ada
kegiatan perkuliahan, Indra akhirnya mutusin ikut dalam club volly yang
ada dikampusnya. Kebetulan semester ini ada rekrutmen anggota baru.
Semester lalu Indra memang mutusin untuk full kegiatan akademik karena
masa itu awal ia kuliah setelah lulus SMU. Saat itu ia tak ingin
diganggu dengan segala tetek bengek selain kegiatan akademik. Ternyata
setelah menjalaninya satu semester kegiatan akademik tidaklah
berat-berat banget. Ia lebih banyak molor di kos seusai pulang kuliah
plus sabtu minggu. Semula ia membayangkan kuliah di Fakultas Teknik
Elektro ITB akan membuatnya sibuk dengan belajar dan belajar. Ternyata
gak gitu-gitu amat rupanya. Meski tak terlalu ngotot belajar, semester
ini nilai akademik Indra ternyata bagus-bagus semua. Sangat banyak
kegiatan eskul di kampusnya ini. Mulai dari masak memasak sampai panjat
tebing. Lengkap banget. Karena memang sejak SMU doyan volly akhirnya
Indra mutusin gabung di club volly aja. Satu semester gak latihan volly
membuat bodynya yang kekar dirasakannya sedikit berlemak. Itu perasaan
Indra doang. Coba tanyain si Dini, selingkuhannya di kampus, ia tidak
merasa tubuh Indra berlemak. Ia awam soal otot-otot lelaki. Tubuh Indra
menurutnya sexy abis. Tinggi, kekar, dan proporsional. Sangat
menggairahkan bagi cewek-cewek di kampus. Apalagi kalo Indra cuman pake
celana renang doang saat di kolam renang, semua cewek bakalan melototin
tubuh Indra yang memang oke banget. Ramping tapi penuh otot. Tapi
itulah, mungkin karena ia olahragawan maka Indra lebih tahu kalau di
tubuhnya yang kekar itu mulai nongol lemak-lemak. Jadi jangan protes
kalau ia tetap mutusin untuk ikutan club volly. Saat nelpon ke Reny
kekasihnya di Palembang sang cewek setuju-setuju aja Indra ikutan club
volly. Yang penting jangan terlalu capek sayang, nanti gak bisa belajar
dengan baik lagi, pesan mesra Reny dari seberang pulau. Sebagai
informasi Indra ini asal Palembang. Turunan Arab dan Melayu Palembang.
Bayangin aja gimana gantengnya tuh anak. Lulus SMU ia kuliah di Bandung.
Sementara Reny sang pacar tinggal di Palembang karena gak lulus SPMB.
Akhirnya tuh cewek harus kuliah di perguruan tinggi swasta disana.
Niatnya tahun depan ikutan SPMB lagi supaya bisa lulus dan sama-sama
kuliah di Bandung. Jadi bisa deket-deketan dengan Indra. Reny memang
bertekad kuat agar lulus SPMB tahun depan. Selain pengen kuliah di PTN
favorit juga supaya bisa mantau kelakuan si Indra. Reny soalnya tau
banget kelakuan binal cowoknya yang ganteng ini. Gila sex. Kalo gak
ngentot seminggu aja palanya bisa puyeng. Libidonya gila-gilaan. Untung
aja Reny bisa nandingin gila sexnya Indra. Makanya Indra sampe sekarang
masih betah pacaran dengan dia. Sebelum dengan Reny Indra udah
berkali-kali gonta-ganti pacar. Reny itu awalnya selingkuhannya juga.
Tapi karena ngesex dengan Reny bisa memuaskan Indra maka akhirnya Indra
mutusin untuk jadian aja dengan Reny. Meninggakan pacar-pacarnya yang
laen. Awal kuliah, Indra nyoba untuk setia dengan Reny. Gak mau pacaran
dan cari cewek lain. Tapi mana tahan dia. Baru seminggu kuliah kepalanya
udah puyeng. Apalagi kepala bawahnya. Hehehe. Begitu kenal Dini,
mahasiswi fakultas ekonomi Unpad yang mojang Bandung asli itu, niatnya
untuk setia pada Reny terlupakan sudah. Dini kini jadi pasangan tetap
ngesexnya. Tiada hari dilewatinnya tanpa nyemprotin memek Dini pake
spermanya. Meski tak sehebat Reny, namun Dini cukup bisa memuaskan
kebutuhan ngesexnya Indra. Dan karena itu Indra masih tetap jadian
dengan Reny. Ia masih pengen kalo balik ke Palembang bisa ngesex
sepuasnya dengan ceweknya sejak SMU itu. Hari Sabtu pagi Indra udah
nongkrong di gelanggang olah raga. Biasanya Sabtu dan Minggu pagi,
gelanggang oleh raga ini rame dengan mahasiswa yang berolah raga.
Gelanggang ini bisa digunakan untuk volly, basket dan juga badminton.
Tapi nampaknya Sabtu ini gelanggang khusus dicarter oleh club volly
untuk ngadain rekrutmen. Ada dua puluh laki-laki bertubuh tinggi atletis
menggenakan pakaian olah raga yang seragam warnanya. Kaos lengan pendek
warna biru muda dan celana pendek warna biru tua. Mereka adalah anggota
inti club volly yang akan merekrut sepuluh mahasiswa baru termasuk
Indra. Dengan stelan kaos lengan pendek, celana pendek dan sepatu olah
raga yang berbeda-beda sepuluh calon anggota baru club volly sudah
berbaris rapi. Siap mendengarkan arahan dari salah seorang anggota tim
volly. Indra mengenal mahasiswa yang akan memberikan arahan itu.
Adriansyah namanya, tepatnya Teuku Adriansyah. Mahasiswa teknik mesin
semester V, asal Aceh. Adriansyah ini adalah ketua club volly. Anaknya
bener-bener jago maen volly. Bila dia turun main membela kampus maka
penonton akan bersorak-soari mendukungnya. Apalagi cewek-cewek. Selain
menikmati permainannya yang oke, cewek-cewek ini juga sekaligus
menikmati keindahan fisiknya. Wajahnya ganteng ditopang tubuh bertinggi
berat 178 cm dan 65 kg. Siapa yang gak ngiler liatnya. Hari ini kita
mengadakan serangkaian tes. Bisa jadi kalian diterima seluruhnya. Namun
bukan tidak mungkin satupun dari kalian tidak ada yang diterima. Kami
hanya merekrut mereka-mereka yang benar-benar berkualitas, patuh pada
aturan club, dan loyal melaksanakan perintah senior, demikian Adriansyah
mengawali arahannya. Sepuluh calon anggota baru manggut-manggut.
Adriansyah menyambung lagi kata-katanya,Tes pertama adalah wawancara
sekaligus tes kemampuan fisik. Disini para interviewer akan meneliti
secara komprehensif kesungguhan dan motivasi kalian bergabung di club.
Selain itu juga untuk mengorek informasi pengalaman yang kalian miliki
di bidang olah raga khususnya volly. Karena itu seperti yang diumumkan
dalam selebaran pengumuman, apabila kalian memiliki piagam, sertifikat
penghargaan berkaitan dengan kegiatan olah raga silakan diperlihatkan
pada interviewer nanti. Selain itu pewawancara juga akan mengetes fisik
kalian. Silakan tunjukkan kemampuan fisik kalian yang prima. Tes
wawancara dan fisik ini akan berakhir siang nanti menjelang makan siang.
Setelah makan siang dan istirahat tes akan dilanjutkan dengan kemampuan
bermain volly hingga selesai. Barangkali itu aja, ada yang pengen
bertanya? tanya Adriansyah. Semua diam. Baiklah kalo gitu. Karena
enggak ada yang ngajuin pertanyaan, maka kita mulai saja tes wawancara
dan fisik. Masing-masing kalian akan dibawa oleh dua orang senior ke
tempat wawancara yang tempatnya ditentukan oleh senior itu sendiri.
Dimanapun tempatnya kalian tidak boleh protes. Meskipun di toilet
sekalipun. Semua pertanyaan harus dijawab, semua perintah senior harus
dilaksanakan dengan patuh dan tanpa protes. Ini perlu saya tekankan
sekali lagi. Hasil tes wawancara dan fisik sangat menentukan lulus
tidaknya kalian nanti, Adriansyah mengakhiri arahannya. Ini sih namanya
plonco dibungkus rekrutmen, batin Indra. Tapi dia cuek aja. Itung-itung
latihan mental dan fisik, katanya dalam hati. Satu persatu calon
peserta dibawa oleh dua orang senior ke tempat wawancara. Beneran, ada
juga yang dibawa ke toilet wanita, hehehe. Akhirnya tiba giliran Indra.
Yang membawanya adalah Adriansyah dan seorang senior berkulit hitam.
Daniel Marantika namanya. Meski hitam orangnya ganteng banget. Hidungnya
mancung, rahangnya kukuh dan tubuhnya kekar sekali. Daniel ini adalah
kapten tim volly kampus saat ini. Indra merasa bangga karena yang
mewawancarainya adalah sua orang yang sama-sama punya nama di club.
Indra mengikuti langkah Adriansyah dan Daniel yang membawanya
meninggalkan lapangan. Mereka membawanya ke salah satu ruang ganti yang
banyak terdapat dipinggir lapangan. Ruang ganti itu tidak terlalu besar
ukurannya. Hanya sekitar lebih kurang 3 x 3 meter persegi. Biasanya
digunakan untuk tempat ganti pakaian empat sampai lima orang. Adriansyah
dan Daniel mempersilakan Indra memasuki ruangan. Didalam sudah
disediakan tiga kursi lipat disusun berhadapan. Indra dipersilakan duduk
menghadap kedua senior itu. Sebelum memulai wawancara Indra melihat
Daniel mengunci pintu ruang ganti dan mengantongi kunci itu di saku
celana pendeknya. Nama? tanya Adriansyah mengawali wawancara. Indra,
jawab Indra singkat. Nama lengkap dong, sela Daniel. Muhammad Indra
Ramadhan, jawab Indra lagi. Hmmm
nama yang bagus, Adriansyah
manggut-manggut, Turunan Arab ya? sambungnya. Iya, jawab Indra
sambil mikir kok mesti nanya-nanya SARA sih. Asal? Palembang,
Disini tinggal sama siapa? Kos, Dimana? Dago, Bergantian
Adriansyah dan Daniel mengajukan pertanyaan. Mmm udah punya cewek? ini
Daniel yang nanya. Lho, kok nanya yang beginian sih? Batin Indra. Aneh.
Gak nyambung sama urusan volly. Tapi karena ingat arahan Adriansyah di
lapangan tadi segala pertanyaan harus dijawab tanpa protes, maka dijawab
juga pertanyaan itu oleh Indra. Udah a, Cool, dimana ceweknya
sekarang? Di Palembang a dia gak lulus SPMB kemaren, Pacaran jarak
jauh nih ceritanya. Punya labaan dong disini, kata Adriansyah tersenyum
nakal. Waduh, kok makin ngawur pertanyaannya. Kok pertanyaannya gak
soal volly a, tanya Indra. Tadi kamu dengar arahan kan. Semua
pertanyaan harus dijawab. Kita berdua bebas nanyain apa aja dan kamu gak
boleh protes. Kalo gitu wawancaranya dihentikan aja, kamu boleh
pulang, ancam Daniel. Indra jadi serba salah. Bukan gitu a. Sorry
kalo gitu. Apa tadi pertanyaannya? O iya labaan ya.. mmm
. ada sih.
Namanya juga laki-laki a, hehehe, Indra nyengir grogi. Adriansyah dan
daniel menatap tajam padanya. Indra makin grogi jadinya. Pernah ngesex
dong. Sering mungkin, tanya Daniel dingin. Ernggg
pernah a. Aa
berdua juga pernah kan, hehe, Indra coba mencairkan suasana. Tapi
percuma. Yang ditanya kamu, bukan kami. Jadi gak usah bertanya soal
kami, Adriansyah berkata sama dinginnya seperti Daniel. Pernah apa
enggak? Pernah a, Indra makin grogi. Sama dua-duanya? tanya
Daniel. Iya, Berapa kali seminggu? Bisa empat sampai lima kali a,
Nafsu gede kamu ya, Gak juga a, Kebanyakan ngesex gak loyo badan
kamu? Bisa ganggu aktifitas olah raga dong, tanya Adriansyah. Nah ini
pertanyaan udah mulai ke masalahnya, fikir Indra. Semangat Indra
menjawab. Enggak lah a. Malah semakin semangat. Yang penting stamina
tetap dijaga. Saya selalu makan makanan yang bergizi dan minum susu,
Hmmm
gitu ya, Iya a, Gak takut pacar dan labaan kamu hamil?
tanya Daniel. Pertanyaannya kok balik-balik ke soal sex lagi sih? Fikir
Indra. Tapi dia tak mau protes lagi. Enggak a. Kan ngesexnya tembak
luar, Tembak luar? Ejakulasinya dilakukan diluar a, Kurang
jelas, kata Daniel. Gimana sih? Udah segede ini masak mereka berdua gak
ngerti, batin Indra. Percuma ganteng-ganteng dan body gede kayak gini
kalo gak pernah ngesex. Masak gak ngerti tembak luar. Ada-ada aja. Kata
Indra dalam hati. Maksudnya gini a, kalau sperma udah mau nyembur maka
penis dicabut dari vagina. Terus spermanya disemburin di luar, Mmmm
disemburin dimana spermanya? tanya Adriansyah cuek. Astaga! Ya
terserah a. Bisa di perut. Di dada, di muka, terserah, Mmm gitu ya,
Iya a. Aa berdua belon pernah ya? Kok nanyain kita berdua? O iya
a. Lupa, Waktu dikeluarin di luar, penisnya dikocok-kocok sendiri
dong, Ya iya dong a, Sama dengan coli dong kalo gitu, Gak dong
a. Kalo ini kan sempat dimasukin vagina. Kalo coli kan enggak. Pake
tangan doang, Kurangs eru ya Niel, kata Adriansyah pada Daniel. Iya.
Tembak dalam baru asik, Aa berdua suka tembak dalam ya. Gak kuatir
entar hamil? Ngapain takut hamil, kita tau caranya supaya gak hamil
kok, Pake kondom ya a, Buang-buang duit pake kondom, Hitung
kalender ya, Kayak akuntan aja pake hitung-hitungan, Aa berdua
ikutan vasektomi ya, maaf lo a, Enak aja. Sialan lo, Indra nyengir.
Abis gimana dong? Mau tau caranya? Boleh a, Sabar ya. Entar
pasti dikasih tau. Sekarang lanjutin wawancara aja dulu, Yaa
, Indra
mulai penasaran. Anak satu ini emang gila sex. Jadi kalo udah dipancing
bicara soal itu maka dia akan semangat banget. Penasaran ya, Iya..,
Hehehe. Sabar ya Indra. Eh, ngomong-ngomong kamu punya penyakit dalam
gak? Penyakit dalam? Gak ada a. Saya sehat luar dalam, Korengan gak
lo, Aa ada-ada aja, Bawa surat keterangan dokter? Gak ada a.
Kan gak ada disuruh bawa. Saya cuman bawa piagam dan sertifikat prestasi
olah raga doang, Kamu harusnya kreatif dong. Meski gak disuruh,
harusnya bawa. Soalnya kan itu bukti otentik mengenai keterangan kamu
sehat atau enggak. Siapa tau diperlukan. Ternyata sekarang diperlukan
kan? kata Adriansyah. Trus gimana dong a? Kamu harus buktiin dong
kalo kamu emang bener sehat luar dalam, Aa bisa liat kan tubuh saya
gak ada koreng atau sejenisnya. Aa liat deh, Indra mengangkat kaosnya
ke atas menunjukkan perut dan dadanya yang putih bersih. Juga mengangkat
celananya menunjukkan pahanya yang berotot itu benar-benar putih
bersih. Gak ada bekas koreng. Adrianysah dan Daniel serius memandangi.
Itu kan luarnya doang, dalemnya gimana. Kita harus mastiin kamu itu
emang sehat luar dalem. Kalo enggak kita gak bisa ngelulusin, Daniel
ngomong berwibawa. Indra mengkeret. Ia gak mau gak lulus seleksi hanya
karena hal sepele doang. Kalo gitu nanti saya urus surat keterangannya
a, Kita perlunya sekaranga, Saya benar-benar gak ngerti harus
gimana a. Sekarang terserah aa berdua aja gimana caranya, Kalo kita
periksa mau? Gini-gini kita pernah jadi anggota PMR, jadi ngerti
kesehatan tubuh manusia, terang Adriansyah. Terserah aa aja, Indra
pasrah. Oke kalo gitu. Bawa steteskop Niel? Bawa dong. Ada di tas,
Daniel beringsut mengambil steteskop ditas ransel yang dibawanya. Indra
bingung anak teknik kok bawa-bawa steteskop, kayak dokter aja, fikirnya.
Kenapa? Bingung ngelihat Daniel bawa ginian. Ini namanya
mengantisipasi orang-orang kayak kamu, terang Adriansyah menjawab tanda
tanya Indra. Jawaban ini membuat Indra nyengir malu, Adriansyah
ternyata bisa menebak fikirannya. Sekarang buka baju biar diperiksa
kesehatan kamu, kata Adriansyah. Berdiri disitu, Indra berdiri lalu
melepaskan kaosnya. Kemudian tegak menunggu. Celananya juga, kata
Daniel. Celana? Indra meyakinkan. Ia memandang Daniel dan Adriansyah
bergantian. Iya celananya juga. Celana dalam juga. Sepatu ama kaos kaki
enggak usah, sahut Adriansyah. Telanjang maksudnya? Yup, Buat
apa? Siapa tau elo ambeyen, Enggaklah a. Saya gak ambeyen,
Makanya buka semua. Kalo emang gak ambeyen ngapain takut, Bukan
takut.. tapi
, Malu? Ada-ada aja. Sama-sama cowok juga kok mesti malu.
Atau kami perlu telanjang juga sekalian supaya kamu enggak malu?
Enggak usah a, Indra segera melepaskan seluruh pakaiannya. Kini
tubuhnya yang kekar telanjang bulat dihadapan Adriansyah dan Daniel.
Suka fitness ya Ndra? tanya Daniel. Rutin a. Seminggu dua kali,
Pantes. Renang juga ya? Iya, Otot lengan, dada, dan perut kamu
terbentuk bagus jadinya, kata Adriansyah. Dengan santai ia meremas
otot-otot Indra, membuat cowok ini merasa risih. Adriansyah menempelkan
steteskop di dada bidang Indra. Ia mendengarkan dengan serius degup
jantung pemuda itu. Berdiri telanjang dihadapan dua cowok seperti itu
membuat Indra deg-degan. Jantungnya berdegup kencang. Kok degupannya
keras banget Ndra. Jangan gugup dong, kata Adriansyah. Indra nyengir.
Stetoskop berpindah-pindah tempat. Dari dada kiri ke kanan. Ke perut dan
sebagainya. Indra bingung kok meriksanya begitu sih? Fikirnya.
Adriansyah mengehentikan pemeriksaan steteskopnya. Ada yang perlu
diperiksa lagi Niel? tanyanya. Daniel mengangguk, ia berdiri di
belakang Indra. Jemarinya mengelus punggung pemuda itu. Kemudian turun
kebawah ke pinggang dan buah pantat Indra. Kamu bungkuk deh. Nungging,
kata Daniel. Untuk apa a? Saya mau mastiin kamu ambeyen atau
enggak? jawab Daniel. Indra akhirnya nurut. Ia membungkukkan badan dan
melebarkan pahanya. Daniel jongkok di belakang Indra. Membuka buah
pantat Indra dengan santai. Indra menunggu apa yang dilakukan Daniel. Ia
jadi inget ketika ikutan tes masuk SMU Taruna Nusantara. Dulu diapun
diginiin untuk tes pemeriksaan ambeyen. Jemari Daniel tiba-tiba menyusup
ke celah pantatnya. Indra memejamkan matanya. Rasanya perih. Seret
Ndri, tolong ambilin baby oil itu deh, kata Daniel. Akhirnya Indra tahu
apa guna baby oil yang sejak tadi diletakkan dekat tempat duduk
Adriansyah dan Daniel. Adriansyah segera melemparkan botol baby oil itu
pada Daniel. Cowok Ambon itu segera melumuri jari tengahnya dengan
cairan baby oil itu. Kemudian jari itu dimasukkannya lagi ke celah
lobang pantat Indra. Jari itu menusuk ke dalam. Indra membiarkan saja.
Namun apa yang dilakukan Daniel kemudian membuat Indra terhenyak. Jari
tengah Daniel bergerak-gerak, mengaduk-aduk lobang pantatnya. Indra
merinding. Rasanya geli-geli enak. Jari tengah Daniel bergerak maju
mundur di celah lobang pantat Indra. Menimbulkan gesekan yang membuat
Indra keenakan. Ia memejamkan matanya. Bibir bawahnya digigitnya.
Kenapa Ndra? Enak ya? tiba-tiba Adriansyah sudah berbisik di
telinganya. Bibir cowok ganteng itu dirasakannya menyentuh daun
telinganya. He eh, Indra menyahut lirih. Wajahnya merah. Ia ketangkap
basah menikmati sodokan jari Daniel itu. Pemeriksaannya udah selesai,
kamu bebas ambeyen Ndra. Jarinya mau dikeluarin atau tetap didalam aja?
tanya Daniel dari belakang. Biarin didalem aja a, kata Indra pelan.
Ya udah kalo gitu, Daniel melanjutkan sodokan jarinya. Keluar masuk
lobang pantat Indra. Sensasi yang ditimbulkan membuat Indra terangsang.
Tanpa disadarinya kontolnya membesar. Kontol kamu kok ngaceng sih
Ndra? tanya Adriansyah. Tiba-tiba tangannya sudah menggenggam kontol
Indra yang gemuk dan panjang. Tangan itu licin. Rupanya Adriansyah
melumuri tangannya dengan baby oil. Perlahan tangan Adriansyah
meremas-remas lembut batang kontol Indra. Ahhhhh
, tanpa sadar Indra
mengerang. Tangan Adriansyah semakin nakal. Kini mulai bergerak seperti
mengocok dengan lembut. Enak Ndra? tanya Adriansyah lagi. He eh,
Mau yang lebih enak Ndra? tanya Daniel. Mau a. Mau, seminggu tak
ngentot dengan Dini membuat Indra tak bisa menguasai nafsunya. Ia
membiarkan saja dua laki-laki tampan dan jantan itu mengerjai daerah
sekitar selangkangannya. Mulut Daniel dirasakan Indra menyentuh kulit
buah pantatnya. Sesaat kemudian dari mulut itu keluar lidah Daniel.
Lidah itu mulai melakukan jilatan-jilatan di sekitar pantat Indra.
Ahhhhh
, Indra kembali mengerang. Matanya dipejamkannnya kuat-kuat.
Tanpa disadarinya Adriansyah rupanya sudah jongkok dihadapannya.
Tiba-tiba Indra merasakan kepala kontolnya dikulum. Seperti kuluman Reny
atau Dini. Indra menggeliat. Rasanya kepalanya ringan. Tubuhnya seperti
melayang. Ia sangat keenakan merasakan kuluman dan jilatan di daerah
vitalnya. Lidah Daniel menyapu celah pantat, hingga buah pelernya yang
menggantung. Sementara mulut Adriansyah mengulum kepala kontolnya sambil
menyapukan lidahnya di dalam mulut. Indra mengerang. Sekian lama Indra
terbius oleh permainan mulut kedua laki-laki gagah itu. Ia terhanyut. Ia
lupa bahwa yang melakukan itu adalah laki-laki sama sepertinya. Namun
pada satu waktu tertentu ia tersadar. Akal sehat menguasainya kembali.
Astaga! Ini gila! seru Indra tiba-tiba. Ia melepaskan dirinya dari
kedua laki-laki itu. Ia menjauh dari keduanya. Kalian
.. mengapa kalian
melakukannya padaku
Tak kusangka kalian gay, katanya dengan ekspresi
yang campur baur. Penuh birahi dan bingung dengan apa yang terjadi.
Adriansyah dan Daniel berdiri tegak menatap Indra. Apa maksud kamu
Ndra? tanya Adriansyah. Kalian homo. Kalian dua laki-laki homo. Aku
tak mau diperlakukan seperti itu, Kamu ada-ada saja. Bukankah tadi
kami melakukannya atas permintaanmu, Aku tadi khilaf. Tak sadar,
Jangan berdalih. Kamu tidak dalam keadaan mabuk Ndra. Kamu
menikmatinya, akui sajalah, kata Daniel tegas. Aku
aku.. tak
mengertii.. aku tidak mau jadi homo seperti kalian, Indra bingung.
Adriansyah dan Daniel mendekat. Memegang tubuh Indra erat. Tak usah
bingung Ndra. Mari kami jelaskan. Duduklah dulu, ajak Adriansyah. Indra
mengikuti meskipun bingung. Kamu salah persepsi tentang kami berdua,
kata Daniel. Salah persepsi bagaimana? Kalian jelas-jelas gay. masak
kalian mau ngemut kontol dan jilat pantatku? Kamu kurang memahami sex
Ndra. Makanya banyak-banyak baca buku tentang sex. Bukan berarti karena
kami ngemut kontol kamu terus kami jadi homo, kata Adriansyah. Jadi
apa namanya? Entahlah. Yang pasti kami hanya bermaksud mengajarkan
kamu melakukan sex dan dapat berejakulasi di dalam tanpa perlu takut
hamil Maksud kalian anal sex? Begitulah kira-kira, Dengan
sejenis? Ya, Itu gay sex namanya, Terserah kamu menyebutnya apa.
Yang pasti meskipun kita melakukannya namun tidak mengurangi rasa suka
kita pada cewek Ndra, kata Daniel. Maksud kalian? Kami sudah sering
melakukannya berdua. Tak ada komitmen. Tak ada cinta. Hanya memuaskan
birahi saja. Dan yang terpenting tidak mengganggu hubungan cinta dengan
cewek kami masing-masing, Kalian
sering melakukannya? Ya
Mengapa?
Ada yang aneh? Kalian gila, Terserah apa katamu, Adriansyah tak
berkata-kata lagi. Ia memandang ke arah Indra dengan tatapan tajam.
Indra grogi akan pandangan itu. Ia membuang muka. Perlahan-lahan
Adriansyah melepaskan pakaiannya diikuti oleh Daniel. Kedua cowok itu
kini telanjang bulat dihadapan Indra, hanya sepatu dan kaos kaki saja
yang tidak mereka lepas. Keduanya kemudian merapat. Lalu berpelukan erat
dilanjutkan dengan saling melumat bibir. Penuh nafsu dan buas. Jemari
mereka saling meraba ke semua lekuk-lekuk tubuh mereka yang berotot
kencang. Indra merinding melihatnya. Kembali ia membuang muka. Gila.
Aku mau keluar dari sini, kata Indra. Ia melangkah ke arah pintu.
Diputarnya gerendel pintu namun terkunci. Ia teringat bahwa kunci itu
disimpan di kantong celana Daniel. Indra mengarahkan pandangannya ke
arah Adriansyah dan Daniel kembali. Mencari-cari celana Daniel yang tadi
terserak setelah dilepaskan oleh cowok Ambon itu. Mau tak mau ia
kembali menatap Adriansyah dan Daniel yang masih terus beraksi. Malah
semakin vulgar. Mulut Adriansyah sibuk melumat puting susu Daniel yang
kecoklatan, membuat cowok Ambon itu menggelinjang-gelinjang. Adriansyah
semakin liar, ia melanjutkan lumatan bibirnya ke ketiak Daniel yang
penuh bulu. Tanpa risih dan jijik mulut Adriansyah menyelomoti ketiak
teman satu clubnya itu. Indra terhenyak. Tak pernah dibayangkannya hal
seperti ini. Menonton pergumulan cabul dua laki-laki jantan. Melihat
pemandangan baru ini membuatnya lupa mencari kunci pintu. Pandangannya
tak lepas melihat apa yang dikerjakan oleh dua mahasiswa teknik
seniornya itu. Adriansyah kemudian menungging seperti anjing, tangan dan
kakinya digunakan sebagai tumpuan. Daniel berjalan ke belakang
Adriansyah. Juga menungging, wajahnya tepat di buah pantat Adriansyah
yang putih dan montok. Lidah Daniel kemudian sibuk menjilat-jilat pantat
dan kontol Adriansyah. Kontol Adriansyah yang gemuk dan panjang ditarik
Daniel ke belakang untuk memudahkannya mengulum dengan penuh
kenikmatan. Seperti anak kecil mengulum permen. Keduanya benar-benar
penuh gairah birahi. Mereka tak memperdulikan lagi keberadaan Indra.
Warna kulit mereka yang hitam dan putih terlihat sangat kontras. Puas
dengan kulum mengulum kontol dalam posisi nungging keduanya melanjutkan
ke posisi selanjutnya. Adriansyah dan Daniel berbaring di lantai. Kontol
Adriansyah masih di mulut Daniel. Adriansyah kemudian memutar tubuhnya.
Mulutnya mencari-cari kontol Daniel. Setelah ketemu kontol yang gemuk
dan panjang berwarna gelap itu langsung dikulumnya. Indra bingung.
Melihat percumbuan cabul dua mahasiswa itu membuatnya terangsang.
Kontolnya mengeras. Akal sehatnya hilang sudah. Tangannya mengambil
botol baby oil, lalu melumuri isinya ke telapak tangannya. Duduk
mengangkang di lantai dikocoknya kontolnya sendiri sambil mempelototi
percumbuan Adriansyah dan Daniel. Adriansyah mendekati Indra. Ia
tersenyum mesum melihat Indra yang terangsang dengan percumbuan mereka.
Mulutnya langsung mencaplok kontol Indra. Daniel mengikuti. Dua
laki-laki itu lalu asik mengulum kontol Indra dengan buas. Mereka saling
berebutan seperti anjing berebut tulang. Sesekali celah pantat Indra
yang ditumbuhi bulu halus pun mereka jilat. Indra seperti kerasukan
setan. Ia mengerang-erang. Pahanya dikangkangkannya semakin lebar.
Memberi kesempatan seluas-luasnya bagi Adriansyah dan Daniel mengerjai
perkakas cintanya. Tangannya mencari-cari kontol dua seniornya itu.
Setelah dapat tangannya langsung menggenggam kontol Adriansyah dan
Daniel. Kemudian mengocoknya dengan penuh semangat birahi yang liar.
Capek berebut kontol Indra dengan rekannya, Daniel bangkit. Tinggallah
Adriansyah sendiri mengulumi kontol Indra. Daniel mendekatkan
selangkangannya ke wajah Indra. Cowok ini langsung paham keinginan
Daniel. Tanpa fikir dua kali kontol Daniel yang hitam, gemuk dan panjang
itu langsung ditelannya. Mulutnya menyelomot dengan buas. Sambil
menyelomot tangannya terus mengocok-ngocok kontol cowok Ambon itu dan
kontol Adriansyah. Pantat Daniel bergerak maju mundur. Kepalanya
menengadah. Mulutnya mengeluarkan erangan-erangan. Ia begitu keenakan.
Sedotan mulut Indra di kontolnya dirasakannya seperti remasan memek.
Layaknya seperti ngentot saja dirasakannya saat itu. Meski belum pernah
melakukan pergumulan sex dengan sejenis tapi Indra cepat dapat
beradaptasi. Ia langsung tahu apa yang harus dilakukannya. Mungkin
karena cowok ini sudah berpengalaman bercinta sebelumnya. Pada dasarnya
ia hanya melakukan apa yang biasanya diperbuatnya saat bercinta.
Memfungsikan seluruh organ tubuh untuk membangkitkan birahi pasangan
bercintanya. Mungkin inilah yang dinamakan insting sexual. Di
selangkangan Indra Adriansyah terus mengulum dengan giat. Tak lupa
jarinya mengaduk-aduk lobang pantat Indra. Tentu saja hal ini membuat
Indra semakin menggila. Tanpa sadar ia menggerak-gerakkan pantatnya
meresapi nikmatnya sodokan jari Adriansyah yang keluar masuk lobang
pantatnya. Padahal sudah tiga jari Adriansyah yang keluar masuk lobang
pantatnya itu. Namun Indra tak merasakan sakit. Hanya sensasi nikmat
yang dirasakannya. Ohhh
oohhhh
.. a.. a
enak bangethhh
, kata
Indra meracau. Kamu suka Ndra? Suka? tanya Adriansyah. Sukah a
suka
bangethh.. sshhh
, Mau aa kasih yang lebih enak Ndra? Apa itu a?
ahhhh
sshhhh
, Aa masukin ya pantat Indra? Masukin apahh a?
aghhhh.., Kontol aa, Jangan a sakithhh
, Gak sakit Ndrah, coabin
deh.., Jangan a, Tapi Adriansyah gak perdulia. Ia langsung
bersimpuh diantara selangkangan Indra. Paha Indra diletakkannya diatas
pahanya. Tangannya mencengkeram paha Indra kuat-kuat, menahan cowok itu
agar tak bergerak. Indra ketakutan melihat kontol Adriansyah yang segede
terong menyapu-nyapu bibir celah pantatnya. Wajahnya dipalingkannya
kebawah, mencoba melihat apa yang akan dilakukan Adrianysah. Namun
Daniel yang sedang keenakan gak rela kuluman Indra pada kontolnya
terhenti. Ditariknya wajah Indra agar tetap mengulum kontolnya. Jadilah
Indra mengulum kontol Daniel sambil melirik dengan mata mendelik melihat
apa yang akan dikerjakan Adriansyah. Kepala kontol Adriansyah menekan
ke celah pantat Indra yang basah oleh keringat dan lumuran baby oil dari
jari Adriansyah. Dinding bibir celah pantat Indra melesak masuk ke
dalam saat kepala kontol Adriansyah mendorong masuk. A ahhh
..
ahhhh
, Indra mengerang. Tak terlalu perih memang dirasakannya karena
lobang pantatnya sudah licin dan tadi juga sudah disodok jari oleh
Adriansyah. Namun anal sex adalah hal baru buatnya. Desakan kepala
kontol Adriansyah ke lobang pantatnya cukup membuatnya kurang nyaman.
Lobang pantatnya terasa penuh. Pelan-pelan a, katanya lirih.
Adriansyah mencium hidung mancung Indra. Tahan dikit ya Ndra. Entar
juga enak kok, katanya tersenyum. Kontolnya terus menekan masuk. Makin
lama makin dalam. Sambil terus menggoyang pantat Daniel memperhatikan
apa yang dikerjakan Adriansyah. Tangannya mengelus-elus rambut Indra
yang hitam dan ikal. A ohhh
gede banget a
ahhh
, Indra
mengerang. Adriansyah tersenyum bangga. Kontolnya emang gede. Pernah
liat terong ungu? Nah segitulah ukuran kontol Adriansyah. Coba aja tes
terong ungu masukin pantat, gimana rasanya. Kontol Adriansyah masuk
sudah semuanya. Memenuhi rongga lobang pantat Indra. Jembut Adriansyah
yang lebat dan kasar menggesek-gesek pantat Indra. Gimana Ndra? tanya
Adriansyah tersenyum mesum. Gila a, kok bisa masuk ya? sahut Indra
tak percaya. Dilepaskannya kontol Daniel dari mulutnya. Kepalanya
menoleh ke bawah memandang tak percaya pada lobang pantatnya yang sempit
namun bisa menelan kontol Adriansyah yang gede seluruhnya. Itulah
kuasa Yang Maha Kuasa, jawab Adriansyah sok bijak sambil nyengir.
Ngawur, sedang begini kok ingat Tuhan. Indra hanya menggeleng-geleng tak
percaya. Gimana rasanya Ndra? Penuh a, jawab Indra. Aa goyang
ya, kata Adriansyah. Cobain a, jawab Indra. Adriansyah menarik
kontolnya keluar. Tak seluruhnya. Indra mengerang. Gesekan kontol itu
terasa aneh banginya. Sedikit perih namun kok enak. Adriansyah mendorong
masuk lagi. Lalu tarik lagi, masuk lagi. Ahhhhhh
. a, gila enak a,
kata Indra. Enak kan, nikmatin yah, Adriansyah bergerak terus. A
aohhh
a kali cewek ngerasain enak begini ya waktu memeknya dientot
kontol, kata Indra. Mungkin Ndra.. ahh.. ahhh
, Pantes mereka doyan
a, ahhh
ahhh
ahhh
., Ndra kontol gue emut lagi dong, kata Daniel.
Rupanya dia keqi juga dicuekin. Indra segera menyeruput kontol Daniel
lagi. Kulumannya makin semangat. Soalnya dia keenakan sih dientot
Adriansyah. Jadis emangatnya makin menggelora. Ouhh
slurrppp
slurrpp
ohhmmm
.mmhh,
. aohhh
slururppp.., mulut Indra rame dengan lenguhan,
erangan dan suara sedotan. Adriansyah terus bergerak. Makin lama makin
cepat, menimbulkan suara kecipak dan tepukan yang keras. Mulutnya
mencari dada bidang Indra. Kemudian sibuk melumat dengan buas. Ketiga
laki-laki itu begitu binal. Tubuh mereka basah bersimbah keringat.
Mengkilap membuat otot-otot mereka semakin terlihat tegas lekuknya.
Mereka benar-benar sudah hanyut oleh birahi yang liar. Seandainya saja
cewek-cewek mereka melihat apa yang mereka kerjakan saat ini pasti akan
syok. Tak menyangka kekasih mereka yang jantan ternyata begitu binal
bermain cinta dengan sesama jenisnya. Mereka bercinta seperti kesetanan.
Buas. Aroma keringat mereka yang jantan (bukan bau apek lho) memenuhi
ruang ganti yang sempit itu. Hal ini malah membuat birahi mereka semakin
menggila. Pantat Adriansyah bergerak sangat cepat. Indra mengerang
antara enak dan sakit. Dalam hati Indra tersenyum, tak menyangka kalau
biasanya selama ini ia yang bergerak cepat mengentot kini malah ia yang
dientot seperti ini. Dan ternyata ia sangat menikmatinya. Lima belas
menit berlalu. Ndri, gantian dong, kata Daniel. Rupanya diapun
kepengen. Ahhh
ah
ahhh.. dikithh.. lagihh.. Nielhh.. ahhh
ahhh..
ahh.., jawab Adriansyah. Gerakannya semakin cepat dan menghentak-hentak
kuat. Ini tanda-tanda orgasme akan segera datang. Dah mau keluar a,
tanya Indra. He eh.. ahhh
ahhh
ahhh
ahhh.., Adriansyah mencium dan
mengulum tetek Indra dengan kuat. Lalu pantatnya menghetak keras untuk
kemudian menekan kuat. Kontolnya berdenyut-denyut. Tak lama dari lobang
kencingnya menyembur cairan kental dan hangat. Menyemmprot deras
membasahi rongga pantat Indra. Erghhhhh
, Indra mendengus. Semprotan
itu menimbulkan sensasi yang aneh baginya. Nikmat. Tubuh Adriansyah
roboh menindih Indra. Ototnya menegang. Daniel melepaskan kontolnya dari
multu Indra. Tubuh Adriansyah digesernya kesamping.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reno, cintaku
hai aku karel anak smp kls 3 kebetulan sekolahan aku dibawah naungan yayasan SMA jadi sekolahku satu atap dengan sma, aku tuh belum kenal d...
-
Namaku dani, aku dulu punya keluarga kecil yang bahagia menurutku sendiri, aku anak semata wayang ayah dan ibuku. Ibuku seorang ibu rumah ...
-
Rumah oom gwe yang jaraknya nggak jauh dari rumah gwe dijual dan oleh pembeli barunya dibangun baru untuk dibikin menjadi Ruko. Pembeli itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar